Ulama NU telah mewariskan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan beragama. Keikhlasan, kecintaan pada ilmu, dan seni adalah warisan yang harus kita jaga dan terus hidupkan.
Sudah mafhum dalam akidah Islam bahwa ketika manusia mati, maka kelak di hari kiamat tubuhnya akan dibangkitkan lagi. Lalu apa yang dibangkitkan ketika mati? Yang hancur apanya? Apakah barangnya (badannya) atau yang lain? Gus Ulil mengatakan ada dua kemungkinan. Pertama, yang mati dari manusia adalah jauhar dan ard-nya sekaligus, dan kedua hanya ard tanpa jauhar.
Ada tiga kelompok yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad Saw. Pertama, adalah kelompok Isawiyah. Satu kelompok di dalam masyarakat Yahudi yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad. Mereka mengatakan
Ternyata ada hikmah yang besar dibalik kesedihan yang menimpa kita. Salah satunya adalah menaikkan derajat hamba yang sedang ditimpa kesedihan.
Diantara rahmat dan kasih sayang yang Allah Swt. berikan kepada hambanya adalah menggugurkan dosa-dosa orang yang mengalami kondisi sakit.
Salah satu perkara yang telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Pencipta adalah memberikan rizki kepada ciptaannya. Rizki merupakan segala sesuatu yang bisa dinikmati manfaatnya. Allah telah menjamin rizki kita dengan cara usaha dan ikhtiar untuk mengunduhnya.
Hari Jumat merupakan salah satu hari yang istimewa di sisi Allah Swt., umat Islam sering menyebut hari Jumat sebagai rajanya hari (sayyidul ayyam).
Menghormati orang tua tidaklah memandang agama, suku, ataupun suku. Islam mengajarkan kepada kita supaya orang yang lebih tua dihormati sebab ia terlebih dahulu merasakan pahitnya hidup di dunia. Oleh karena itu hormatilah hormatilah orang yang lebih tua darimu, maka allah akan menghormatimu!
Saat ini kita melihat menemui beberapa orang di media sosial yang suka menjustifikasi ibadah seseorang. Masih ditemui juga seseorang yang yang masih mengkafirkan orang lain karena amalan ibadahnya tidak sama, seolah-olah amalan ibadah dialah yang paling benar.
Allah Swt. telah menciptakan kita sebagai manusia sebagai makhluk dengan bentuk yang sempurna. Hanya saja terkadang kita lupa bahwa bentuk yang sempurna ini digunakan untuk menciderai makhluk ciptaan Allah lainnya seperti hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya.