Hari Jumat merupakan salah satu hari yang istimewa di sisi Allah Swt., umat Islam sering menyebut hari Jumat sebagai rajanya hari ( sayyidul ayyam ). Hal ini bisa dilihat dari bentuk kata Jumat yaitu jumu’ah, jum’ah, dan juma’ah yang memiliki arti berkumpul. Bahkan dalam salah satu riwayat diterangkan hari Jumat lebih besar dari pada hari raya idul fitri dan idul adha. Salah satu keistimewaan hari Jumat adalah banyaknya promo pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt., hal ini diungkap oleh Rasulullah Saw. melalui hadisnya yang berbunyi:
عن علي بن أبى طالب كرم االله وجهه قال قال رسول االله صلى االله عليه وسلم يجلس على كل باب من المسجد يوم الجمعة سبعون ملكا يكتبون الناس بأسمائهم حتى يكون آخر من يكتب رجل جاء حين جلس الإمام على المنبر فلم يؤذ أحدا فى مجلسه ولم يقل إلا خيرا فذلك أدنى أهل يوم الجمعة حظا وذلك الذى يغفر له ما عمل من السيئات بين الجمعتين الخبر بتمامه
Diriwayatkan dari Ali bin Abu Tholib bahwa ia berkata; Rasulullah Saw. bersabda: “Pada hari Jumat, akan duduk di setiap pintu masjid 70 malaikat yang menulis nama orang-orang hingga nama orang terakhir yang ditulis adalah seseorang yang datang pada saat imam telah duduk di atas minbar. Sementara itu, seseorang itu tidak menyakiti seorang pun di tempat duduknya dan tidak berkata kecuali berkata kebaikan. Seseorang itu adalah gambaran balasan kecil bagi ahli Jumat. Balasan tersebut adalah bahwa laki-laki itu akan diampuni keburukan-keburukannya yang ia pernah lakukan di antara dua Jumat…”
Berdasarkan hadis di atas, salah satu kebaikan yang akan didapatkan oleh seseorang yang melakukan salat Jumat adalah ampunan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah Swt. Menariknya pada hari Jumat tidak hanya manusia yang melakukan ibadah salat Jumat, tetapi para malaikat juga melaksanakan ibadah tersebut. Hal ini termaktub di dalam kitab al-usfuriyyah yang meceritakan tentang malaikat menunaikan ibadah salat Jumat.
Para Malaikat Menunaikan Ibadah Jumat
Sebagaimana firman Allah Swt. di dalam QS. al-Baqarah (2): 30 yang berbunyi:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat; “Sesungguhnya Kami akan menjadikan kholifah di muka bumi” maka para malaikat berkata; “Akankah Engkau akan menjadikan makhluk yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Kemudian Allah memurkai mereka; “Sesungguhnya Kami lebih tahu apa yang kalian tidak ketahui”.
Mendengar kemurkaan Allah, malaikat takut dan terbang memutar mengelilingi ‘arsy sebanyak tujuh kali dan Allah memaafkan mereka. Allah memerintahkan malaikat untuk membangun rumah di bumi supaya ketika anak cucu Adam berbuat dosa maka mereka memutari rumah tersebut sebanyak tujuh kali, dan Allah akan memaafkan mereka.
Mendengar perintah Allah, dengan segera para malaikat turun ke bumi dan membangun Ka’bah. Pada saat terjadinya banjir bandang yang keempat, Allah mengangkat Ka’bah tersebut ke langit. Kemudian Dia menciptakan sebuah menara di samping Ka’bah dan menyebutnya dengan Baitul Makmur. Tinggi Baitul Makmur adalah sejauh perjalanan 500 tahun.
Ketika hari Jumat datang, Jibril a.s. naik ke atas menara dan mengumandangkan adzan. Setelah itu, Israfil a.s. naik di atas minbar dan berkhutbah. Setelah itu Mikail menjadi imam para malaikat. Setelah selesai sholat, Jibril berkata; “Pahala yang aku dapatkan karena
adzan akan aku berikan kepada semua orang yang adzan di bumi.” Kemudian Israfil berkata; “Pahala yang aku dapatkan karena berkhutbah akan aku berikan kepada semua orang yang berkhutbah di bumi.” Kemudian Mikail berkata; “Pahala yang aku dapatkan karena menjadi imam salat (Jumat) akan aku berikan kepada semua imam salat Jumat di bumi.”
Kemudian para malaikat berkata; “Pahala yang kami dapatkan karena berjamaah sholat Jumat akan kami berikan kepada semua orang yang berjamaah sholat Jumat di belakang imam.” Kemudian Allah berkata; “Wahai para malaikat-Ku! Apakah kalian semua akan mengasihi para hamba-Ku? Sedangkan Aku adalah Allah Yang Paling Pengasih. Wahai para malaikat-Ku! Aku bersaksi di hadapan kalian bahwa sesungguhnya Aku mengampuni mereka semua yang menghadiri sholat Jumat.”
Berdasarkan riwayat di atas, hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa, sampai malaikat pun ikut melaksanakan ibadah salat Jumat. Dari riwayat di atas juga kita mehamai bahwa hari Jumat merupakan harinya untuk umat nabi Muhammad Saw. Hadiah ampunan dari Allah ini merupakan hadiah istimewa untuk umat Muhammad Saw. Wallahu a’lam