Press ESC to close

Dr. Syaeful Bahar: Maulid Nabi di Yayasan Alifya Jadi Momentum Menanamkan Cinta Rasul dan Akhlak Mulia

  • Sep 12, 2026
  • 3 minutes read
  • 19 Views

Bondowoso, (Pesantren.Id)  — Yayasan Alifya Bondowoso menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat Perum Graha Pelita Regency, Kelurahan Tamansari, Bondowoso, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar lembaga pendidikan Alifya dan masyarakat sekitar.

Peserta kegiatan terdiri dari siswa dan wali siswa dari KB, TK, SD, TPQ, serta Madin Alifya. Peringatan Maulid Nabi menjadi ruang bersama untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sejak usia dini.

Ketua Yayasan Alifya Bondowoso, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan memiliki posisi penting dalam proses pembentukan karakter siswa dan santri. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membangun kecerdasan akademik, tetapi juga harus memperkuat pengamalan nilai-nilai agama.

“Di Yayasan Alifya, ada dua program atau kegiatan yang kami support secara penuh, yakni pertama memperingati HUT RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kedua momentum tersebut memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan dan keagamaan kepada peserta didik. Kecintaan terhadap bangsa perlu berjalan beriringan dengan kecintaan serta pengamalan ajaran agama.

“Oleh karenanya, diharapkan siswa dan santri di Alifya tidak hanya pandai mencintai negaranya, tapi juga pandai mengamalkan ajaran agamanya,” lanjutnya.

Peringatan Maulid Nabi di Yayasan Alifya tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Para siswa dan santri juga diajak mengenal sosok Rasulullah SAW sebagai teladan dalam bersikap, bertutur kata dan memperlakukan sesama.

Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kesantunan dan kepedulian sosial menjadi bagian dari pesan pendidikan yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut. Nilai-nilai itu diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Hadir sebagai penceramah, Ust. Zainullah dari Blindungan, Bondowoso. Tausiyah yang disampaikan memberikan penguatan keagamaan sekaligus mengajak peserta untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Keterlibatan wali siswa dan masyarakat Perum Graha Pelita Regency turut memperkuat suasana kebersamaan dalam peringatan tersebut. Yayasan Alifya menilai dukungan lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak.

Sebab, pendidikan akhlak tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas. Pembiasaan sikap, keteladanan orang tua, pendidik dan lingkungan sekitar juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian peserta didik.

Melalui momentum Maulid Nabi, Yayasan Alifya berharap para siswa dan santri tidak hanya mengenal Rasulullah SAW melalui kisah dan peringatan tahunan. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan.

Dr. Syaeful Bahar menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecintaan kepada tanah air dan pengamalan ajaran agama. Dua nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi Alifya yang berkarakter, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Alifya Bondowoso pun diharapkan menjadi bagian dari pendidikan berkelanjutan untuk melahirkan generasi yang mencintai Rasulullah, menjunjung nilai kebangsaan dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Apa Arti Menjadi Kader PMII? Abah Imam Menjawab dengan "Al-Hayah Al-Harakah"
Libatkan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy Sebagai Pemeran, Film SATRIA Siap Tayang di KCM Roxy
Mengenal Sosok KH Badrud Tamam, M.H.I.: Jejak Seorang Guru, Ulama Pesantren, dan Pendidik Generasi Nahdliyin
Menakar Riyadhah: Nalar Etis dan Sufistik ala Kiai Zuhri Zaini

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.