Ma’had Aly Nurul Qarnain dikenal dengan kekhasannya dalam bidang Fikih-Usul Fikih serta pendalaman Fikih Siyasah, sementara STIS menaungi dua program studi unggulan, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Kedua lembaga tersebut terus berkomitmen melahirkan lulusan yang berkompeten, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
Wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan akademisi dan pesantren. Di antaranya hadir Dekan Fakultas MIPA Universitas Jember, Dr. Alfian Fadihul Hadi, S.If., M.H.I., serta Ketua Kompertais IV Wilayah Jawa Timur, Dr. KH. Ilhamullah Syamarkand. Acara dibuka oleh KH. Badrut Tamam selaku Ketua Dewan Pendidikan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Sirfan dan laporan akademik oleh Wakil Ketua I STIS, Muhammad Firmansyah, M.H., M.Pd.
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Alfian menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para sarjana. Menurutnya, seorang ilmuwan sejati adalah mereka yang tidak berhenti belajar dan tetap merasa kecil di hadapan ilmu. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tangguh menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Sementara itu, suasana penuh keakraban mewarnai sambutan Dr. KH. Abdul Aziz Wahab yang dengan gaya khasnya menyebut KH. Yazid Karimullah sebagai “Kiai bergelar S.W.K. Sepuh, Wibawa, Karomah,” serta KH. Fawaid Yazid sebagai “M.P.K. Muda, Pesona, Karisma.” Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren dan pemerintah dalam membangun generasi muda berprestasi dan berwawasan global.
Momen paling mengharukan terjadi ketika KH. Yazid Karimullah menyampaikan taujihat wal irsyad. Dengan nada lembut namun sarat makna, beliau menekankan bahwa ilmu sejati bukan untuk kesombongan, melainkan untuk pengabdian. “Gunakan ilmu untuk kemaslahatan, bukan kebanggaan. Malu jika berilmu namun tak memberi manfaat,” dawuh beliau dengan penuh keteduhan.
Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Fawaid Yazid dan penutupan resmi oleh KH. Badrut Tamam. Wisuda tahun ini menjadi simbol tekad Nurul Qarnain untuk terus melahirkan sarjana Islam yang berilmu luas, berakhlak mulia, dan siap berkhidmat demi kemajuan umat dan bangsa.