Press ESC to close

Wamenag: Sarung Adalah Simbol Persatuan dan Kesatuan

PESANTREN.id - Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menyatakan bahwa sarung adalah simbol persatuan dan kesatuan. Sarung ditenun dari helai demi helai benang yang akhirnya menjadi kain, dan menurutnya ini memberi pelajaran bahwa sesuatu akan menjadi kuat apabila ada persatuan dan kesatuan.

“Begitu pula dengan bangsa kita tentunya. Bangsa kita yang berbeda-beda ini akan menjadi kuat, apabila mengedepankan persatuan dan kesatuan, seperti persatuan helai demi helai benang sarung,” tuturnya saat memberi sambutan dalam acara Santri Sarung Nusantara pada Sabtu (21/10) malam di Surabaya.

Pria asal Jakarta ini lalu menyebutkan kalau para santri dulu disebut sebagai “kaum sarungan”. Namun, sebutan itu lebih bermakna ejekan yang menganggap kelompok pemakai sarung sebagai orang yang kolot, terbelakang, dan tradisional.

“Tapi hari ini kita lihat banyak pejabat yang sudah menggunakan sarung secara resmi di acara kenegaraan. Bahkan Bapak Presiden Jokowi sering menggunakan sarung untuk acara-acara kenegaraan, demikian pula dengan Bapak Wakil Presiden,” ujarnya.

“Artinya, yang dulu dianggap tradisional dan terbelakang, hari ini sudah menjadi bagian yang tidak lepas dari hal yang digunakan sehari-hari. Bahkan presiden, wakil presiden, dan para pejabat sudah menjadikan sarung sebagai pakaian yang biasa dikenakan dalam kegiatan tertentu,” sambungnya.

Hari Sarung Nasional

Pria yang pernah memimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wilayah DKI Jakarta ini juga menandaskan bahwa sarung menjadi simbol gambaran masyarakat kecil, gambaran ketakwaan, dan gambaran keimanan seseorang.

“Sarung adalah kain tradisional sarat makna budaya Nusantara yang telah berkembang menjadi busana yang digunakan dalam berbagai kegiatan skala nasional dan internasional,” tuturnya.

Atas fakta-fakta tersebut, Wamenag Saiful berharap nanti ada satu hari yang diperingati sebagai “Hari Sarung Nasional”. Hal itu, menurutnya, wujud memelihara tradisi dan apa yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat Indonesia.

“Dan saya kira, acara yang kita ikuti malam hari ini adalah bagian dari langkah awal kita bersama untuk mewujudkan Hari Sarung Nasional,” pungkasnya.

Sarung Santri Nusantara merupakan bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari Santri 2023. Turut hadir dalam acara itu Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dan santri-santri dari berbagai daerah.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.