Press ESC to close

Pakaian Abu Bakar As-Siddiq yang Ditiru dan Dipakai Seluruh Malaikat di Surga

Kita mungkin sering sekali mendengar kisah yang sangat masyhur tentang sedekah Sayyidina Umar bin Khattab yang ingin mengungguli sedekah Sayyiduna Abu Bakar As-Siddiq. Yakni, Sayyidina Umar menyedekahkan separuh dari hartanya. Lalu datang Sayyidina Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya. Rasulullah kemudian bertanya kepada Sayyidina Abu Bakar, "Lalu, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" "Allah dan Rasul-Nya," jawab Sayyidina Abu Bakar dengan mantap.

Kisah yang masyhur ini biasanya terhenti di sini. Dalam kesempatan ini, kami menemukan riwayat lanjutan kisah tersebut dalam Kitab Futuwwah: Konsep Pendidikan Kekesatriaan di Kalangan Sufi karya Ibn Al-Husain As-Sulami halaman 11–13. Lanjutan kisah ini nantinya akan menggambarkan kondisi Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq yang betul-betul menyerahkan seluruh hartanya.

Begini lanjutan cerita peristiwa Sayyidina Abu Bakar setelah menyedekahkan semua hartanya:

"Setelah peristiwa itu, Abu Bakar tak tampak selama beberapa hari, dan bahkan tidak muncul di Masjid Rasulullah SAW. Karena merasa sepi akibat ketidakhadiran Abu Bakar, Rasulullah lalu menanyakan di manakah gerangan dia berada. Para sahabat menjawab bahwa Abu Bakar telah menyumbangkan seluruh harta miliknya dan kini tidak memiliki apa-apa lagi untuk dikenakan kecuali selembar kain yang dipakainya bersama dengan istrinya. Mereka memakainya bergantian untuk menutup aurat pada saat shalat. Pada saat itu jugalah Rasulullah SAW mengutus Bilal ke rumah putri Rasulullah, Fatimah, dan menanyakan kepadanya apakah ia mempunyai selembar kain yang tidak dipakai yang dapat diberikan kepada Abu Bakar supaya dia dapat menutupi auratnya dan pergi ke masjid. Fatimah yang mulia hanya memiliki selembar kain yang terbuat dari bulu domba. Kain itu lalu diserahkan kepada Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melingkarkan kain itu ke pinggangnya, kain tersebut terlalu pendek. Kemudian dia menyambungnya dengan daun kurma hingga dapat menutupi auratnya secara layak dan sopan. Setelah itu, barulah dia pergi ke masjid."

"Sebelum Abu Bakar sampai di masjid, Malaikat Jibril menjumpai junjungan kita dengan mengenakan pakaian yang tak layak seperti yang dikenakan Abu Bakar. Ketika Rasulullah SAW berkata kepada Jibril bahwa beliau tidak pernah melihatnya mengenakan pakaian yang seaneh itu sebelumnya, Jibril menjawab bahwa pada hari ini seluruh malaikat di surga mengenakan pakaian seperti itu untuk menghormati Abu Bakar, orang yang sangat setia, murah hati, dan beriman. Allah Yang Maha Kuasa memberkati dan memberikan penghormatan kepada Abu Bakar."

"Malaikat Jibril berkata: 'Sampaikan kepadanya bahwa Tuhannya mencintainya jika ia mencintai Tuhannya!' Ketika Abu Bakar menghadap junjungan kita dan mendengar berita baik ini dari bibir Rasulullah SAW yang tercinta, dia bersyukur kepada Allah dan berkata, 'Sungguh aku mencintai Tuhanku!' Dan dalam kegembiraannya itu, dia berputar-putar sampai tiga kali."

Begitulah riwayat lanjutan dari kisah masyhur sedekah Sayyidina Abu Bakar yang menyerahkan semua hartanya sampai tidak memiliki pakaian. Namun kemudian, beliau diberikan pakaian dari bulu domba yang ditambal daun kurma, yang lalu ditiru dan digunakan oleh malaikat penghuni surga serta dicintai oleh Tuhan-Nya.

Khairul Fahmi

Santri Maniak Ngaji (sebutan dari Gus Shampton)

Khairul Fahmi

Santri Maniak Ngaji

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Mengenal Sosok KH Badrud Tamam, M.H.I.: Jejak Seorang Guru, Ulama Pesantren, dan Pendidik Generasi Nahdliyin
KHR Achmad Azaim Ibrahimy: Tidak Ada Manusia Tanpa Masalah, Dzikir Adalah Jawabannya
TAREKAT SANG MUSNID DUNIA
Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.