Press ESC to close

Kenapa Harus Taat kepada Pemimpin?

Diceritakan dari guru kami Fadhilat Al Muhaddist Syeikh Usamah al Mansi al Hasani Hafidzohullah, dari guru beliau al Arif billah Abuya Sayyid Muhammad Alawi al Maliki rahimahullah beliau berkata :

Dahulu ada seorang lelaki datang kepada Sayyidna Syeikh Soleh Jakfar rahimahullah, mengadu kepadanya bahwasanya dia ingin memberontak kepada pemerintah waktu itu, lalu Syeikh Soleh Jakfar bertanya kepadanya tentang beberapa hal :

" Apakah pemimpin/pemerintah melarangmu untuk menunaikan Sholat,?"
"Laki-laki laki tadi menjawab : tidak
Apakah mereka melarangmu untuk menunaikan Zakat,?"
Dia menjawab : Tidak,
"Apakah mereka melarangmu untuk menunaikan puasa,?"
Dia menjawab : Tidak,
"Apakah mereka melarangmu untuk menunaikan Haji,?"
Dia menjawab : Tidak.

Jawab Syeikh Soleh jakfar : Lantas mengapa kamu ingin memberontak,?

Kemudian Guru kami melanjutkan, apa rahasia dibalik semua kisah ini ,? Apakah mereka para pemberontak tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah pemberontakan dari segala musibah, cobaan dan pertumpahan darah yang akan terjadi ,?

Lalu lanjut guru kami, apabila pemerintah membolehkan ini semua, (menjalankan syariat islam) dan masyarakat bisa dengan tenang menjalankan ibadah, mendirikan majlis ilmu, dan tidak terhalangi dalam menjalankan syari'at agama, lantas mengapa memberontak,? Maka ini bukan karakter seorang yang berakal, dan juga bukan dari karakter ulama, dan para Guru dan Masayikh kami berjalan dan dididik dalam manhaj ini, dan tidak mengajarkan untuk memberontak kepada pemimpin .

Lalu beliau melanjutkan : "Sibukkanlah dirimu dengan ilmu, taatilah pemimpinmu, dan semua hal ini bukanlah suatu ajang untuk mencari harta ataupun tahta, akan tetapi ini semua demi kemaslahatan semua umat islam. "

Disampaikan beliau pada : 29 - Juni -2019

Semoga Bapak Presiden pak Joko Widodo dan Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan semua Ulama dan Umara di Indonesia selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah ta'ala, Amin.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia
Pesan bulan Syawal untuk para santri

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.