Press ESC to close

Haul KH Asy'ari Jadi Momentum Meneladani Akhlak dan Amaliyah

JOMBANG - Seribu lebih jamaah menghadiri puncak haul KH Asy'ari di Desa Keras Kecamatan Diwek, Sabtu (4/3) malam. Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang KH Marzuqi Mustamar hadir menyampaikan tausiyah.

Tampak hadir Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh. Juga Asisten 1 Pemkab Jombang, Kepala Bappeda, Kepala BKSDM dan Kasubag Kementerian Agama Jombang. Termasuk perwakilan Forkopimcam Diwek, kepala desa Keras beserta jajaran.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan shalawa oleh Group As-Syafaat Ngoro. Dilanjut dengan pembacaan sirat Yasin dan tahlil. 

KH Abdul Gholib, selaku perwakilan dzuriyah KH Asy'ari, mengakui acara tidak hanya mendoakan KH Asy'ari. "Tapi juga mendoakan anak cucu kita agar menjadi anak yang sholih," ujarnya. 

Ketua Yayasan KH Asy'ari Keras ini menambahkan, rangkaiam haul tidak hanya pengajian umum. "Tapi juga jalan sehat, khatmil Quran dan seni hadrah," imbuhnya. 

Pemerintah Kabupaten Jombang menyambut baik kegiatan haul ini. Melalui Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, mengapresiasi kegiatan yang digelar di Desa Keras ini. 

"Meski Abah Bupati tidak bisa hadir, tapi beliau mengutus kami untuk hadir langsung ke sini," ujarnya. Dia berharap, selain mendoakan KH Asy'ari, warga Jombang bisa meniru berbagai keteladanan dari sosok KH Asy'ari. 

Saat menyampaikan tausiyah, KH Marzuqi Mustamar mengkoreksi beberapa amaliyah yang dianggap kurang pas. "Terutama tidak sesuai dengan keputusan NU dan pendapat mu'tabar," ujarnya. 

Termasuk dalam bersuci yang tertutup sebagian anggota badannya oleh perban luka. "Termasuk imam yang shalatnya duduk, sedangkan makmumnya berdiri, itu tidak sah," imbuhnya. 

Dia juga mengkoreksi shalat para jamaah haji. "Terutama yang qadhar shalat, padahal dia sudah mukim di sana karena sudah lebih dari seminggu tinggal di tanah suci," ujarnya. 

Dirinya berharap haul bisa mampu meneladani sikap dan lelaku KH. Asy'ari. "Monggo dijaga nasab dan keteladanan beliau, yang terpancar dari Kanjeng Nabi Muhammad," pungkasnya. (muk)

 

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.