MADIUN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif bertajuk "PUNGRIDE" yang dipadukan dengan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, Minggu (3/5). Kegiatan digelar memperingati Hari Lahir (Harlah) Ansor ke-92.
Acara diikuti ratusan kader Ansor-Banser dari seluruh kecamatan di Madiun. Mereka berkonvoi secara tertib menyusuri jejak kewalian di daerah Dagangan.
Perjalanan dimulai dari Banjarsari hingga Sewulan, berlanjut ke Wungu dan perbukitan Kare. Rombongan mengakhiri perjalanan di Desa Ampel Kecamatan Mejayan.
Menurut Ali Makhrus, Ketua PC GP Ansor Madiun, istilah PUNGRIDE merupakan akronim strategis yang diusung untuk menyatukan berbagai aspek pergerakan pemuda NU. "Pilgrimage dengan ziarah napak tilas perjuangan para ulama," ujarnya. "Fun diharapkan acara ini menghadirkan kegembiraan dalam bingkai organisasi," imbuhnya.
Gathering, lanjutnya, diharapkan acara ini sebagai sarana penguatan silaturahmi antar-kader. "Sedangkan Ride sebagai implementasi budaya tertib dan santun di jalan raya," tandasnya.
Alumni Pascasarjana UIN Jakarta ini menyatakan bahwa organisasi harus adaptif dalam merangkul generasi muda. "PUNGRIDE didesain sebagai ruang ekspresi positif bagi remaja di wilayah Kabupaten Madiun," katanya.
"Kami ingin menjadikan PUNGRIDE sebagai ruang di mana hobi otomotif anak muda bertemu dengan kemuliaan akhlak," katanya. "Ansor harus menjadi wadah yang mampu menyalurkan energi muda ke arah positif, mempertemukan kesenangan dengan nilai religi serta kepedulian sosial," tegasnya.
Koordinator panitia lokal, Mohammad Fahmi Hakim Aunillah, menekankan kedalaman makna kegiatan yang dipusatkan di wilayahnya tersebut dengan nada yang menyentuh kalbu.
"Setiap jengkal tanah yang kami lalui adalah saksi kecintaan pemuda terhadap ulama. Kami memastikan doa-doa tetap terlantun di sela deru mesin motor," ujar Ketua PAC GP Amlnsor Mejayan ini. " Ini adalah manifestasi dari Ansor-Banser Se-Kabupaten Madiun yang tegak berdiri dalam satu komando untuk menjaga api tradisi," ujarnya.
Suasana mencapai puncak khidmat saat seluruh anggota rombongan membacakan shalawat Nabi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan buceng (tumpeng) oleh Ali Makhrus. Potongan tumpeng diberikan kepada Ketua MWCNU Mejayan Kiai Mangli Habibi. (muk)