Peradaban dunia menunggu santri untuk tampil, bukan sebagai pengikut arus, tapi sebagai penjaga keseimbangan, dengan menghadirkan teknologi yang berhati dan ilmu yang berjiwa.
Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika (2007), Kuntowijoyo menjelaskan, bahwa agama tidak boleh berhenti pada dogma saja, tetapi agama harus menjadi sebuah ilmu yang rasional dan empiris, yang mampu menjelaskan realitas sosial.
Khairul Adib berhasil meraih juara 1 dalam kategori Santri Berprestasi pada ajang bergengsi Pesantren Award 2025.
bagaimana relasi gender yang dibangun dan dipraktikkan di dunia pesantren, terkhusus berkaitan dengan peran santri perempuan?
Dua kasus yang belakangan menyita perhatian publik—tragedi mahasiswa neurodivergent di Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, dan kontroversi media yang menghina tradisi Pondok Pesantren Lirboyo dan KH Anwar Manshur—adalah cerminan nyata dari operasional Teori Subaltern dalam masyarakat.
Era digital saat ini menghadapkan kita semua pada situasi yang unik, situasi yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Atau, jika pernah kita alami, derajat pengalaman itu tidak seintensif saat ini. Saya ingin menyebutnya sebagai “situasi panoptikon”.